Endler’s Livebearer

Ku terduduk di sebuah kolam. 
Daripadanya air mengalir sejak asal sampai ke anak-anak sungai buatan.

Kupandangi gelombangnya dan aliran yang begitu estetik.
Kolam itu membentuk sistematika baku dari gravitasi. Layaknya air terjun tempat para dewi berkumpul.

Dalam kolam itu hidup banyak ikan hias.
Endler’s Livebearer.
Ya, rupanya dirinya cukup memesona. Menjadi primadona di dalam hiasan ikan air tawar.
Ia begitu ramah dan pandai beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
Gerakannya yang lincah dan enerjik memberikanku ruang baru. Tentang sebuah harapan dalam bersikap dan berucap.

Namun, semua itu seraya sirna dalam sekejap di kolam itu jua. Listrik yang mati membuat keseimbangan goyah. Ekosistem mulai rusak. 
Endlers Livebearer yang kudamba. 
Kau mulai pongah dan mencabik-cabik hatiku.
Merusak rasa cinta dan kagum yang semula kusangka abadi bersamamu.

Jakarta, 19 November 2018

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s