Sajak Orang yang Mau Mati
Jika
wajah bumi bisa pucat pasi, maka tiada yang tak mungkin dengan wajahku. Wajah
manusia biasa yang bisa-bisanya mengaku manusia. Tetapi, tidak berlaku
manusiawi bahkan terhadap hewan dan sejenis kuskus yang lari di pelataran
rumah. Hal ini mungkin akan menjadi momok yang menakutkan untukku. Bisa juga
untukmu. Untuk kalian.
Aku
tahu aku pasti mati. Begitupun nasibmu dan nasib kalian. Namun, bukan mati yang
aku takutkan. Aku takut ada aku kecil yang siap menjadi aku yang kotor dan
penuh bau kotoran ini. Aku takut aku kecil mengajarkan bakal-bakal aku yang
lain agar menjadi aku yang sekarang. Aku tidak ingin aku-aku yang lain menjadi
aku yang rusak.
Mungkin
aku yang sekarang telah mati.Tetapi, hati-hati pada aku-aku yang lain. Yang
bahkan akan jauh berbeda dengan sekarang. Jauh lebih kotor dan bau.
Ini
semua karena proses yang berlangsung lama. Membentuk sedimentasi yang tak
mempan oleh terjangan dan hujatan angin. Juga air. Atau api.
Aku
yang dahulu telah mati,sebab aku tumbuh menjadi tunas yang baru. Aku tak akan
sama dengan aku-aku yang dahulu. Sebab proses mengajarkanku pada kekosongan.
Kenistaan.
Aku
yang dahulu telah mati, semoga kau rekam diingatanmu dengan baik. Aku tak mau
janji. Karena janji adalah manipulasi orang yang membutuhkan keyakinan. Karena
ketidakyakinannya. Maksudku, tanpa berjanji pun, kau bisa melakukan perbuatan
yang jauh lebih baik. Pada saatnya.Pada saatnya.Tanpa perlu janji-janji yang
menyukai kepalsuan itu.
:
aku atau kau yang mati
R.H.S