Sebuah Resep Untukmu

Sebuah
Resep Untukmu

Aku usung sebuah kapas yang melampaui kekuatannya.
Sebagai bahan yang bermanfaat bagi luka.
Penambal ceceran antara darah dan daging.
Sampai engkau pulih.

Aku cermati beberapa instrumen pengobatan untukmu.
Sambil kuracik ramuan yang membuatmu tidak merasa sakit.
Dan hari-harimu selanjutnya membentang.
Sampai kau lupa menoleh.

Aku luangkan waktu untuk menjawab sekelumit pertanyaan yang kau sukai dan kau
hargai.
Yang aku pun hanya bisa menggerakkan leher dengan anggukan dan kepastian.
Karena kesembuhanmu adalah tujuan utamaku.
Sebab, sakit yang amat menyiksa itu masih terus menerus mampir padamu.

Aku siapkan diri siapa tahu obatku tidaklah manjur.
Setidaknya aku telah berulang kali masuk balai pelatihan pengobatan.
Di kota maupun di desa tempat tinggalku.
Meski, aku yakin bahwa hal itu bisa dinamakan angkuh.


R.H.S

Benderang Cinta

Benderang Cinta

Benderang di tengah kegelapan cinta
Terpaku dalam langkah menghantu
Membisik sukma biru
yang menebas cahaya membatu

Dinding kepahitan tetap menjadi tameng
untuk menutupi bau bayang-bayang kasturi
yang menyesakkan tenggorok
meracuni jalan kenangan

Bekasi, 19 April 2013

R.H.S

Angsa Putihku

Angsa Putihku

PublicFriends of friendsFriendsOnly meCustomSMA Negeri 62FamilySee all lists…Bekasi AreaSMPN 9 BekasiTeater ZATsman 62 jaktimSMAN 62 Jakartasman 62 jaktimSMA Negeri 62Go Back


Angsa putihku
Sampai detik danau menggenang
Ketika kepakan sayap membising deru
Isyarat teratai menaruh pilu
Pada gelombang yang menggetarkan semesta raya

Angsa putihku
Kau rebahkan bentang khatulistiwamu
dari pelosok hingga benua
mula jingga akhir gulita
sambil mencerengkan pulau-pulau terluka

Menerjang karang lapuk
yang ditanami lumut-lumut penghasut
Kau gigih kau luput
Tak sampai menguraikan elok kerut

: mestinya aku selalu mengingatkanmu

Angsa putihku,kembali pada tabiat
Pergi dari syafa’at

Bekasi, 16 April 2013

R.H.S

Air Mata Kerontang

Air Mata Kerontang

Debu itu berlari menuju terowongan lisan
Tempat menggerus dan menumbuk waktu
yang udara sekitar seakan mengharuskan
Debu menjaring riak kerontang

Langkahku semaking sayu di hamparan tanah tak bernama
Dahaga duka senantiasa menghampiri
Keringat memuncratkan air kesetiaan
dari diriku dari nafasnya

Kaktus menjejerkan duri-duri masa penghabisan
Tajam mencolok mata orang buta
Sakit yang tak sebenarnya menyakitkan
Hati yang sebenarnya tersakiti

Andai ku menemukan mata air
Air mata akan kugadaikan

Bekasi, 13 April 2013

R.H.S

Papan Catur

Papan Catur

Memilih singgahan berwarna hitam. Prajurit maskapai pertontonkan tabiatnya. Kuda-kuda menyusul di tempat yang siku-siku. Bersiap menggelapkan mata batin.

Dari sebuah peluncur pemberani. Putih. Menguak politik tentang wayang. Akhirnya menjadi kehitaman. Tidak menghilangkan setitik debu di tanah. Gugur dalam perang kemunafikan.

Menteri-menteri pecundang. Ambil alih serobot kanan, kiri, serong. Entah apa lagi.

Papan catur itu sistem. Telah teruji. Sebab dipakai menghancurkan lawan. Tanpa ampun.

Bekasi, 8 April 2013

R.H.S

Tarekat

Aku hanya ingin menarik simpul-simpul indah,
ketika kisah sudah diketahui akhirnya.
Sehingga yang bercerita tinggal kata,
yang tertawa tinggal luka.

Aku hanya ingin mengubah putaran saraf otak,
ketika pahamnya sudah menyeruak menjadi malam.
Sehingga yang kandas hanya siang,
yang selalu membuat terik merangsang badan.

Aku hanya ingin mencari mata yang tak sempat menyatu,
ketika tetesan airnya telah lama surut.
Sehingga yang tersisa hanya nama dan jejak,
yang masih kupegang erat dengan khidmat.

R.H.S

Kedua Tangan

Tanganku menelungkup di dada yang selalu saja mengiba untuk diperhatikan,
sampai akhirnya aku dan kamu saling menghapus jarak dari pertemuan singkat itu,
yang mendorong huruf terpisah dari kata,
meninggalkan jejak diantara larik dan bait.


Aku pun menerima sebuah kotak suci dari perbendaharaan kata Ilahi,
ditulis singkat dengan tema buatanmu sendiri.
Kurasa kertas dengan motif batik,
sangat cocok untukku.
Begitupun dengan kotak suci lipatanmu.


: kuberikan dua telapak tangan yang terus melambai ke arahmu

R.H.S

Sebuah Jalan Tanpa Nama

” Alhamdulillah kmaren acara telah
dilaksanakan. Terlepas dr kekurangan yg mengaitnya. Semoga d’acara selanjutnya
akan lebih baik.amien ya rabbil alamin.”

Sebelum semuanya berakhir, yang memastikan kita benar atau salah adalah keyakinan. Seberapa anda yakin, sebesar apa keyakinan anda, seutama apa anda yakini. Maka, dari semuanya itu adalah yang terbaik untuk anda telusuri. Sebelum semuanya berakhir.


Catatan kecil ke-2

17 Januari 2010

R.H.S

Sebuah Jalan Tanpa Nama

” Meskipun Indonesia berduka diakhir
tahun 2009,kita tetap harus menyambut Tahun baru ini dgn ceria,apa lg sudah pengen
masuk sekolah nih. Banyak tgs yg menanti. He,.He,. “

Waktu itu, saat kami tak lagi mempunyai nyawa untuk membangun negeri sendiri, kami hanya mempunyai tekad menjadi lebih baik. Kami tidak pernah menyesali tentang apapun hal yang akan terjadi pada kami. Kami memiliki kekuatan tekad yang melebihi api yang dimilikimu. Kami mempunyai cara untuk membakar diri kami sendiri.


Catatan kecil ke-1

3 Januari 2010

R.H.S

Belum ada Judul

Akulah yang benar-benar gugur rupanya
Rentetan darah ini mungkin hanya menjadi tuang dari pilu
Tanda yang sulit disuguhkan kepadanya
Sebagai mentari yang selalu menyinari saja
: Aku tak sanggup
Ataukah menjadi kanopi yang selalu melindungi
Dari matari
: Aku lebih tak sanggup
Sekian waktu ku sela hari-hariku agar tetap berjalan
Hanya ingin mengikuti arah bayanganmu
Namun
: Aku tak sanggup juga
Mungkin aku bukan hanya siapa-siapa bagimu,
Aku hanya pengundung rasa bahagia untukmu
Itu  aku sanggup.

R.H.S