avatar Tidak diketahui

Tentang rhsrofiq

Bergeraklah sebelum Anda digerakkan orang lain!

Sebuah Memo

Sebuah Memo 

Kelereng-kelereng adikku,
masih tersusun rapi di dalam kaleng susu bekas.
Ku teringat pada sebuah memo yang diberikannya padaku.

“Ayah pergi dengan mata tertutup. Aku pun akan
pergi dengan mata tertutup. Sempatkanlah menyiapkan matamu dahulu. Sebelum kau
pergi dan tak akan kembali.

Susunlah layaknya kelereng-kelerengku. Meski bertempat
gelap dan sempit. Akan bertahan sampai tenggat waktu yang lama.”

Terakhir kali ku mengingatnya,
ku meneteskan air mata.
Kehilanganku.
Susunan yang tidak teratur.


R.H.S

Surat untuk Tukang Parkir

Surat untuk Tukang Parkir
: untuk bapak tukang parkir

Peluitmu sudah tua ya.
Sampai tiupanmu tak lagi menggema. Menyeruak ke segala
aspek pemerintahan. Di pinggiran jalan kota.

Topimu juga sudah berkerak.
Tidak layak untuk kau kenakan.Malah mencoreng wajah
lugasmu.

Enggan melindungimu dari serangan surya.

Seragammu juga sudah mulai luntur nampaknya.
Warnanya pudar dan berubah menjadi banyak warna.
Bunglon.

Pasti digunakan untuk mengelap dinding kotor.
Budak.

: bapak ini bukan tukang parkir,tetapi orang yang
memarkir

Doaku Dalam Harapan

Doaku Dalam Harapan


Untuk adik-adikku yang
selalu menyapa cahaya,



Aku tahu kalian sedang dirundung keandaian. Aku tahu
kalian sedang menafsirkan angka baik dalam hidup. Aku pun tahu bahwa kalian
sedang mengadu kepada Sang Penentu takdir.



Adik-adikku yang bercahaya,



Ambil satu dari sekian banyak peluhmu. Ambil satu makna
yang kalian anggap teramat dibutuhkan. Jangan ambil peluh yang tidak berguna
untuk kalian simpuhkan kepada-Nya. 



Adik-adik cahayaku,



Semboyankan bahasa indah. Aku yakin akan menggugurkan
lara


R.H.S

Senyuman Merah Muda

Senyuman
Merah Muda
Entah
ilusi atau fatamorgana
dari
hadap ku melihat
Parasmu
dengan berjuta bunga yang merekah
Begitu
banyak daun yang tak pernah melepas keluh wajahmu
Sederhana
saja jika aku mulai menggerutu
Karena
gaduh yang bukan kepalang mengerumuni fikiranku
Mengencangkan
syaraf-syaraf nirwana
yang
kelak membuatku teramat gundah
Guratan
senyum yang kau goreskan di semerbak melati
Tidak
pernah hilang
juga
terang matamu
Selalu
kusangsikan sebagai keniscayaan
Ada
waktu dimana kawah pipimu dapat terekam
Ada
waktu dimana perantauan jiwa akan selalu berlabuh
Kini
kau menyentuh pekerjaan pena
yang
kau hiasi dengan tertawa atau tertegun
Sebab
kutahu ini hal yang membuatmu memangku tangan
Wanita
dengan hijab merah mudamu
Angkatlah
asa cerlah di samping bunga-bunga yang kusebutkan tadi
dengan
harummu yang mengepul
Mampu
membentuk awan
Bahkan
bintang di dalam qalbu
Petuah
akan selau mangkir
Jika
tak kau jalankan
Laksana
perahu kertas
yang
terombang ambing
di
kerumunan danau teratai
Oh
iya.
Juga
untukmu lembayung nyiur
Kerap
menggoyang nadi-nadi pembatas
Kau
jadikan tekadmu
Setinggi
Brahmana
Sekuat
Syiwa
Tegar
batu karang di lautan

Kemudian,
tersenyumlah jika menurutmu itu indah


R.H.S

Senandung Suri Ramo

Senandung
Suri Ramo
Suri ramo ram
ram de…

Lalu lalang sedan tua
yang kalang kabut di terjang traktor
Sampai terbalik dan hancur.
Dilindas pula.

Kau gores aspal jadi beton.
Kau cakar rumah tua jadi distro.
Kau hempas taman jadi tol.

Suri ramo ram ram de…

Sebangsal dengan paruh baya
yang melulu dibuai cinta
Selalu padu pada tahta dan mahkota
Melupakan wanita di halaman kota

Kau cibir yang patriotik
Kau melega dengan nafik
Kau jaga orang yang mengusik

Suri ramo ram ram de…

: senandung terus jangan berhenti

R.H.S

Duri Musim Semi

Duri
Musim Semi
Terimakasih untuk sebuah ucapan mawarmu.
Yang merekah di tengah kuncupnya kawananku.
Ketika sepi selalu datang dengan perantara duri.

Aku hanyalah sebuah musim semi yang berangsur-angsur pulih,
dari terjangan musim-musim sebelumnya.
Melenyapkan kasih yang tak kunjung tersampaikan pada titik beku tertentu.

Semua yang menjadi kesudahan telah tunggang langgang,
di saat bungaku daunnya gugur satu persatu.
Dan kini telah merekah sebagaimana kau inginkan.

Aku adalah sebuah keterurutan dan kesiapan waktu yang mengundang duri tumbuh
kembali.
Yang menunggu musim lainnya datang menghampiri.
Dengan goresan luka yang semakin abadi.

R.H.S

Sebuah Resep Untukmu

Sebuah
Resep Untukmu

Aku usung sebuah kapas yang melampaui kekuatannya.
Sebagai bahan yang bermanfaat bagi luka.
Penambal ceceran antara darah dan daging.
Sampai engkau pulih.

Aku cermati beberapa instrumen pengobatan untukmu.
Sambil kuracik ramuan yang membuatmu tidak merasa sakit.
Dan hari-harimu selanjutnya membentang.
Sampai kau lupa menoleh.

Aku luangkan waktu untuk menjawab sekelumit pertanyaan yang kau sukai dan kau
hargai.
Yang aku pun hanya bisa menggerakkan leher dengan anggukan dan kepastian.
Karena kesembuhanmu adalah tujuan utamaku.
Sebab, sakit yang amat menyiksa itu masih terus menerus mampir padamu.

Aku siapkan diri siapa tahu obatku tidaklah manjur.
Setidaknya aku telah berulang kali masuk balai pelatihan pengobatan.
Di kota maupun di desa tempat tinggalku.
Meski, aku yakin bahwa hal itu bisa dinamakan angkuh.


R.H.S

Benderang Cinta

Benderang Cinta

Benderang di tengah kegelapan cinta
Terpaku dalam langkah menghantu
Membisik sukma biru
yang menebas cahaya membatu

Dinding kepahitan tetap menjadi tameng
untuk menutupi bau bayang-bayang kasturi
yang menyesakkan tenggorok
meracuni jalan kenangan

Bekasi, 19 April 2013

R.H.S

Angsa Putihku

Angsa Putihku

PublicFriends of friendsFriendsOnly meCustomSMA Negeri 62FamilySee all lists…Bekasi AreaSMPN 9 BekasiTeater ZATsman 62 jaktimSMAN 62 Jakartasman 62 jaktimSMA Negeri 62Go Back


Angsa putihku
Sampai detik danau menggenang
Ketika kepakan sayap membising deru
Isyarat teratai menaruh pilu
Pada gelombang yang menggetarkan semesta raya

Angsa putihku
Kau rebahkan bentang khatulistiwamu
dari pelosok hingga benua
mula jingga akhir gulita
sambil mencerengkan pulau-pulau terluka

Menerjang karang lapuk
yang ditanami lumut-lumut penghasut
Kau gigih kau luput
Tak sampai menguraikan elok kerut

: mestinya aku selalu mengingatkanmu

Angsa putihku,kembali pada tabiat
Pergi dari syafa’at

Bekasi, 16 April 2013

R.H.S

Air Mata Kerontang

Air Mata Kerontang

Debu itu berlari menuju terowongan lisan
Tempat menggerus dan menumbuk waktu
yang udara sekitar seakan mengharuskan
Debu menjaring riak kerontang

Langkahku semaking sayu di hamparan tanah tak bernama
Dahaga duka senantiasa menghampiri
Keringat memuncratkan air kesetiaan
dari diriku dari nafasnya

Kaktus menjejerkan duri-duri masa penghabisan
Tajam mencolok mata orang buta
Sakit yang tak sebenarnya menyakitkan
Hati yang sebenarnya tersakiti

Andai ku menemukan mata air
Air mata akan kugadaikan

Bekasi, 13 April 2013

R.H.S