Sebaik-baiknya aku adalah yang mendoakanmu
Seburuk bagaimanapun perlakuanmu padaku
Sebenci apapun dirimu terhadapku
Aku selalu menggunakan kedua tanganku
dengan mendoakanmu
Di pagi menjelang siang
Pada sore menjelang malam
Waktu itu di persimpangan jalan
Tempat lampu-lampu gemerlap dan suara bising kendaraan
Meski tak menemukanmu,
Aku menemukan harapan dari banyaknya jalan
yang kulewati dan kupilih sendiri
Kupikir kau akan tetap sehat.
Walau tak melulu aku di sisimu.
Meski kabar hanya datang saat harapan sudah hilang.
Jakarta, 31 Desember 2018