Mengapa aku sekarang meragu?
Padahal sudah sekian kali aku melewati kejadian ini
Semua hal tentang imaji
yang tak pernah sampai sejengkal pada ekspektasiku
Kau selalu mendahuluiku
Mengapa aku sekarang meragu?
Sebab sehasta saja tak pernah ku mampu mengejarmu
Telapak tanganku terus meraihmu
dengan badanku yang telah tersungkur di tanah
Wajahku menghadap kepada bumi ini
Mengapa aku sekarang meragu?
Ketika bayangmu telah sampai di pelupuk mataku
Bahkan seraya aku merapal doa-doa
Aku masih tak kunjung jua menggapaimu
Sebenarnya keraguan macam apa ini.
Jakarta, 26 Desember 2018