Kau di Sebuah Semenjana

 

Kau di sebuah semenjana
Memunculkan serpihan sajak yang tersembunyi
Tidak kau tuliskan dalam tutur yang manis
Tenang, tak bergelombang
Kau di sebuah semenjana
Terasa seperti resep yang ibu hidangkan untukku
Biasa, namun tak akan bisa tergantikan rasanya
Kala berdua dan bercerita
Kau di sebuah semenjana
Tidak sedikitpun mengekangku
Padahal guru-guru selalu mengawasiku
Menceramahiku bahkan menuntutku
Semenjana, kau selalu seperti itu
Tak merespons sesiapa
Hanya bertindak adil untuk siapapun
Terlalu peduli pada banyak orang
Meski selalu diremehkan

Jakarta, 23 Desember 2018

1 thought on “Kau di Sebuah Semenjana

Tinggalkan komentar