Sayangnya, aku pernah mengeluh bahwa hidupku ini menyedihkan. Aku juga kerap merasa diri ini tak pernah berkembang apalagi tumbuh.
Aku tidak pernah melihat diri ini memberikan kebaikan pada sekitar. Sedari dulu, aku selalu menjadi sebatang kara. Aku pun kerap menyakiti orang yang coba mendekatiku.
Namun, ada yang aku lupa. Bahwa bunga mawar tetap tumbuh dan berkembang meski selalu sebatang kara. Bunga mawar tak pernah kehilangan rasa cintanya. Selalu merekahkan banyak kebaikan bagi yang memandangnya. Bahkan perlambang cinta yang sejati.
Aku pun tak pernah paham mengapa mawar selalu begitu mengagumkan. Meskipun ia sendiri, sebatang kara, dan berduri.
Sama halnya aku tak pernah benar-benar bersyukur. Ada hal yang mungkin cukup mengagumkan di dalam diri ini.
Jakarta, 18 November 2018