800×600
Normal
0
false
false
false
IN
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;}
Sajak X
Bukan aku ingin banyak bicara.
Karena kata ini sangat sulit untuk terucap
sebelumnya.
sebelumnya.
Pada masa yang lalu.
Tetapi, aku yakin dan pantas untuk kau
baca.
baca.
Entah pagi yang bagaimana
yang
aku butuhkan.
aku butuhkan.
Entah embun yang seembun apa
Yang aku rasakan.
Hanya kau yang aku ingat.
Ketika melihat matahari muncul,
Begitu ku teringat pada senyum simpul yang
kau berikan.
kau berikan.
Ketika ku ayuh kuda besi tadi,
Masih membayangkan begitu indah perilakumu
terhadap manusia ini.
terhadap manusia ini.
Jika memang barisan pagi,
Embun,
Dan keadaan sekelilingku
Maka kudapatkan sejelas-jelasnya sosokmu.
Membekas.
Bahagia.
