Sajak X

800×600

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;}

Sajak X
Bukan aku ingin banyak bicara.
Karena kata ini sangat sulit untuk terucap
sebelumnya.
Pada masa yang lalu.
Tetapi, aku yakin dan pantas untuk kau
baca.
Entah pagi yang bagaimana
yang 
aku butuhkan.
Entah embun yang seembun apa
Yang aku rasakan.
Hanya kau yang aku ingat.
Ketika melihat matahari muncul,
Begitu ku teringat pada senyum simpul yang
kau berikan.
Ketika ku ayuh kuda besi tadi,
Masih membayangkan begitu indah perilakumu
terhadap manusia ini.
Jika memang barisan pagi,
Embun,
Dan keadaan sekelilingku
Dapat aku simpul.
Maka kudapatkan sejelas-jelasnya sosokmu.
Membekas.
Bahagia.
R.H.S

                                                                             

 foto: https://umrohsamara.com/embun-pagi/
                                                                                    

Tinggalkan komentar