SAJAK I

SAJAK I
Bukan aku ingin banyak
bicara.
Karena kata ini
terlalu sulit untuk terucap sebelumnya.
Pada masa yang lalu.
Tapi, aku yakin dan
pantas untuk kau baca.
Entah pagi yang
bagaimana yang aku butuhkan.
Entah embun yang
seembun apa yang aku rasakan.
Hanya kau yang aku
ingat.
Ketika melihat
matahari muncul,
Begitu ku teringat
pada senyum simpul yang kau berikan.
Ketika kuayuh kuda
besi tadi,
Masih membayangkan
begitu indah perilakumu
Terhadap manusia ini
Jika memang barisan
pagi,
Embun,
dan keadaan
sekelilingku dapat aku simpul.
Maka kudapatkan
sejelas-jelasnya sosokmu.
Membekas.
Bahagia.
R.H.S

Tinggalkan komentar