PUISI II

PUISI
II
Aku
mendengar bunyi
Sajak yang bernada
Dari setiap not-not
kehidupan
Nadanya tinggi rendah
Nikmati saja
Sudah lama aku
mendambakan suara
merdu itu
dengan iringan burung
yang bergerombol
di pinggir selokan
yang tak lagi mengalir airnya
Aku menikmati hidup
ini
Masih suara merdu itu,
Nadanya sungguh
membuat bulu kuduk tersenyum
Pohon-pohon palem juga
turut bernyanyi
sambil berbaris rapi.
Sungguh, aku menikmati
keadaan ini.
Duhai suara nan merdu,
Aku tahu lika-liku
hidup memang tak pernah ada.
Tak pernah tiada.
Sebab, sudah jelas
terlihat dalam sebuah buku.
Rahasia.
Aku adalah jalan untuk
kau berjalan.
Aku adalah lantunan
untuk bernyanyi.
Bahagia.

R.H.S

Tinggalkan komentar