Senyuman Merah Muda

Senyuman
Merah Muda
Entah
ilusi atau fatamorgana
dari
hadap ku melihat
Parasmu
dengan berjuta bunga yang merekah
Begitu
banyak daun yang tak pernah melepas keluh wajahmu
Sederhana
saja jika aku mulai menggerutu
Karena
gaduh yang bukan kepalang mengerumuni fikiranku
Mengencangkan
syaraf-syaraf nirwana
yang
kelak membuatku teramat gundah
Guratan
senyum yang kau goreskan di semerbak melati
Tidak
pernah hilang
juga
terang matamu
Selalu
kusangsikan sebagai keniscayaan
Ada
waktu dimana kawah pipimu dapat terekam
Ada
waktu dimana perantauan jiwa akan selalu berlabuh
Kini
kau menyentuh pekerjaan pena
yang
kau hiasi dengan tertawa atau tertegun
Sebab
kutahu ini hal yang membuatmu memangku tangan
Wanita
dengan hijab merah mudamu
Angkatlah
asa cerlah di samping bunga-bunga yang kusebutkan tadi
dengan
harummu yang mengepul
Mampu
membentuk awan
Bahkan
bintang di dalam qalbu
Petuah
akan selau mangkir
Jika
tak kau jalankan
Laksana
perahu kertas
yang
terombang ambing
di
kerumunan danau teratai
Oh
iya.
Juga
untukmu lembayung nyiur
Kerap
menggoyang nadi-nadi pembatas
Kau
jadikan tekadmu
Setinggi
Brahmana
Sekuat
Syiwa
Tegar
batu karang di lautan

Kemudian,
tersenyumlah jika menurutmu itu indah


R.H.S

Senandung Suri Ramo

Senandung
Suri Ramo
Suri ramo ram
ram de…

Lalu lalang sedan tua
yang kalang kabut di terjang traktor
Sampai terbalik dan hancur.
Dilindas pula.

Kau gores aspal jadi beton.
Kau cakar rumah tua jadi distro.
Kau hempas taman jadi tol.

Suri ramo ram ram de…

Sebangsal dengan paruh baya
yang melulu dibuai cinta
Selalu padu pada tahta dan mahkota
Melupakan wanita di halaman kota

Kau cibir yang patriotik
Kau melega dengan nafik
Kau jaga orang yang mengusik

Suri ramo ram ram de…

: senandung terus jangan berhenti

R.H.S

Duri Musim Semi

Duri
Musim Semi
Terimakasih untuk sebuah ucapan mawarmu.
Yang merekah di tengah kuncupnya kawananku.
Ketika sepi selalu datang dengan perantara duri.

Aku hanyalah sebuah musim semi yang berangsur-angsur pulih,
dari terjangan musim-musim sebelumnya.
Melenyapkan kasih yang tak kunjung tersampaikan pada titik beku tertentu.

Semua yang menjadi kesudahan telah tunggang langgang,
di saat bungaku daunnya gugur satu persatu.
Dan kini telah merekah sebagaimana kau inginkan.

Aku adalah sebuah keterurutan dan kesiapan waktu yang mengundang duri tumbuh
kembali.
Yang menunggu musim lainnya datang menghampiri.
Dengan goresan luka yang semakin abadi.

R.H.S

Sebuah Resep Untukmu

Sebuah
Resep Untukmu

Aku usung sebuah kapas yang melampaui kekuatannya.
Sebagai bahan yang bermanfaat bagi luka.
Penambal ceceran antara darah dan daging.
Sampai engkau pulih.

Aku cermati beberapa instrumen pengobatan untukmu.
Sambil kuracik ramuan yang membuatmu tidak merasa sakit.
Dan hari-harimu selanjutnya membentang.
Sampai kau lupa menoleh.

Aku luangkan waktu untuk menjawab sekelumit pertanyaan yang kau sukai dan kau
hargai.
Yang aku pun hanya bisa menggerakkan leher dengan anggukan dan kepastian.
Karena kesembuhanmu adalah tujuan utamaku.
Sebab, sakit yang amat menyiksa itu masih terus menerus mampir padamu.

Aku siapkan diri siapa tahu obatku tidaklah manjur.
Setidaknya aku telah berulang kali masuk balai pelatihan pengobatan.
Di kota maupun di desa tempat tinggalku.
Meski, aku yakin bahwa hal itu bisa dinamakan angkuh.


R.H.S