Surat untuk Tukang Parkir
: untuk bapak tukang parkir
Peluitmu sudah tua ya.
Sampai tiupanmu tak lagi menggema. Menyeruak ke segala
aspek pemerintahan. Di pinggiran jalan kota.
Topimu juga sudah berkerak.
Tidak layak untuk kau kenakan.Malah mencoreng wajah
lugasmu.
Enggan melindungimu dari serangan surya.
Seragammu juga sudah mulai luntur nampaknya.
Warnanya pudar dan berubah menjadi banyak warna.
Bunglon.
Pasti digunakan untuk mengelap dinding kotor.
Budak.
: bapak ini bukan tukang parkir,tetapi orang yang
memarkir