Sajak Seorang Tahanan

Sajak Seorang Tahanan

Kumelihat perhatianmu kepadaku dari
balik jeruji besi.

Sambil mengunyah roti yang diberi pak sipir tadi pagi.

Kadang roti ini tak ku makan.
Sentuh bagian muka saja tidak.
Biasanya kubiarkan agar dilahap oleh binatang lapar.
Bisa.
Tikus.

Dengan setelan compang-camping,
ku selonjorkan kaki yang tadi pagi keram.
Terkena lilitan syaraf.
Leher.
Bersitegang.

Malamku serasa siang.
Dan siang hariku terasa tak bermalam.
Maklum.
Aku tahanan.

Aku habiskan waktu.
Tidur pulas.
Tidak ada yang membangunkan.



R.H.S

Tinggalkan komentar