Penantian

Penantian
Menunggu namamu yang mungil segera
menjemputku.
Ketika sebuah akibat muncul dikarenakan kau ada dan
kemudian tiada.

Hari esok dengan gamblangnya menganugerahkanku pada
sepenggal lantunan yang kau bawa mati. 
Dahulu.

Masih kukecup datar kulitmu yang langsat.
Kencang.
Membuatku tergoda.

Pagi.
Dengan izin semesta, aku akan selalu menunggumu.



R.H.S

Tinggalkan komentar