Iya!

Iya!

Sampai pada kesimpulan.
Seharusnya kau pandai memahami,
bahwa semua yang kau sangsikan kepadaku adalah tuduhan
yang tak beralas.

Sengketa pemikiran,
perampasan otak,
perajaman kebenaran demi kebenaran.
Itu menggambarkan tentang kecintaanmu kepada kami.
: iya

Masih saja membutakanmu.
Akan perihal yang sebiji zarah itu.
Begitu indah pernyataan cintamu pada kami.
: iya

Aku harap engkau benar-benar cinta kepada kami.
Orang yang tak bisa melihat kau meneteskan air
mata.

Kami cinta kau.


: masalah lama



R.H.S

Tinggalkan komentar