Duri
Musim Semi
Musim Semi
Terimakasih untuk sebuah ucapan mawarmu.
Yang merekah di tengah kuncupnya kawananku.
Ketika sepi selalu datang dengan perantara duri.
Yang merekah di tengah kuncupnya kawananku.
Ketika sepi selalu datang dengan perantara duri.
Aku hanyalah sebuah musim semi yang berangsur-angsur pulih,
dari terjangan musim-musim sebelumnya.
Melenyapkan kasih yang tak kunjung tersampaikan pada titik beku tertentu.
Semua yang menjadi kesudahan telah tunggang langgang,
di saat bungaku daunnya gugur satu persatu.
Dan kini telah merekah sebagaimana kau inginkan.
Aku adalah sebuah keterurutan dan kesiapan waktu yang mengundang duri tumbuh
kembali.
Yang menunggu musim lainnya datang menghampiri.
Dengan goresan luka yang semakin abadi.
R.H.S