Air Mata Kerontang

Air Mata Kerontang

Debu itu berlari menuju terowongan lisan
Tempat menggerus dan menumbuk waktu
yang udara sekitar seakan mengharuskan
Debu menjaring riak kerontang

Langkahku semaking sayu di hamparan tanah tak bernama
Dahaga duka senantiasa menghampiri
Keringat memuncratkan air kesetiaan
dari diriku dari nafasnya

Kaktus menjejerkan duri-duri masa penghabisan
Tajam mencolok mata orang buta
Sakit yang tak sebenarnya menyakitkan
Hati yang sebenarnya tersakiti

Andai ku menemukan mata air
Air mata akan kugadaikan

Bekasi, 13 April 2013

R.H.S

Tinggalkan komentar