Benderang Cinta

Benderang Cinta

Benderang di tengah kegelapan cinta
Terpaku dalam langkah menghantu
Membisik sukma biru
yang menebas cahaya membatu

Dinding kepahitan tetap menjadi tameng
untuk menutupi bau bayang-bayang kasturi
yang menyesakkan tenggorok
meracuni jalan kenangan

Bekasi, 19 April 2013

R.H.S

Angsa Putihku

Angsa Putihku

PublicFriends of friendsFriendsOnly meCustomSMA Negeri 62FamilySee all lists…Bekasi AreaSMPN 9 BekasiTeater ZATsman 62 jaktimSMAN 62 Jakartasman 62 jaktimSMA Negeri 62Go Back


Angsa putihku
Sampai detik danau menggenang
Ketika kepakan sayap membising deru
Isyarat teratai menaruh pilu
Pada gelombang yang menggetarkan semesta raya

Angsa putihku
Kau rebahkan bentang khatulistiwamu
dari pelosok hingga benua
mula jingga akhir gulita
sambil mencerengkan pulau-pulau terluka

Menerjang karang lapuk
yang ditanami lumut-lumut penghasut
Kau gigih kau luput
Tak sampai menguraikan elok kerut

: mestinya aku selalu mengingatkanmu

Angsa putihku,kembali pada tabiat
Pergi dari syafa’at

Bekasi, 16 April 2013

R.H.S

Air Mata Kerontang

Air Mata Kerontang

Debu itu berlari menuju terowongan lisan
Tempat menggerus dan menumbuk waktu
yang udara sekitar seakan mengharuskan
Debu menjaring riak kerontang

Langkahku semaking sayu di hamparan tanah tak bernama
Dahaga duka senantiasa menghampiri
Keringat memuncratkan air kesetiaan
dari diriku dari nafasnya

Kaktus menjejerkan duri-duri masa penghabisan
Tajam mencolok mata orang buta
Sakit yang tak sebenarnya menyakitkan
Hati yang sebenarnya tersakiti

Andai ku menemukan mata air
Air mata akan kugadaikan

Bekasi, 13 April 2013

R.H.S

Papan Catur

Papan Catur

Memilih singgahan berwarna hitam. Prajurit maskapai pertontonkan tabiatnya. Kuda-kuda menyusul di tempat yang siku-siku. Bersiap menggelapkan mata batin.

Dari sebuah peluncur pemberani. Putih. Menguak politik tentang wayang. Akhirnya menjadi kehitaman. Tidak menghilangkan setitik debu di tanah. Gugur dalam perang kemunafikan.

Menteri-menteri pecundang. Ambil alih serobot kanan, kiri, serong. Entah apa lagi.

Papan catur itu sistem. Telah teruji. Sebab dipakai menghancurkan lawan. Tanpa ampun.

Bekasi, 8 April 2013

R.H.S