Tarekat

Aku hanya ingin menarik simpul-simpul indah,
ketika kisah sudah diketahui akhirnya.
Sehingga yang bercerita tinggal kata,
yang tertawa tinggal luka.

Aku hanya ingin mengubah putaran saraf otak,
ketika pahamnya sudah menyeruak menjadi malam.
Sehingga yang kandas hanya siang,
yang selalu membuat terik merangsang badan.

Aku hanya ingin mencari mata yang tak sempat menyatu,
ketika tetesan airnya telah lama surut.
Sehingga yang tersisa hanya nama dan jejak,
yang masih kupegang erat dengan khidmat.

R.H.S

Kedua Tangan

Tanganku menelungkup di dada yang selalu saja mengiba untuk diperhatikan,
sampai akhirnya aku dan kamu saling menghapus jarak dari pertemuan singkat itu,
yang mendorong huruf terpisah dari kata,
meninggalkan jejak diantara larik dan bait.


Aku pun menerima sebuah kotak suci dari perbendaharaan kata Ilahi,
ditulis singkat dengan tema buatanmu sendiri.
Kurasa kertas dengan motif batik,
sangat cocok untukku.
Begitupun dengan kotak suci lipatanmu.


: kuberikan dua telapak tangan yang terus melambai ke arahmu

R.H.S